STEI TAZKIA sosialisasikan Sharia Accounting

Semangat membumikan ekonomi Islam terus menggelora di hati mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA. Semangat tersebut diwujudkan dengan mengadakan seminar yang diberi nama SHARINGS (Sharia Accounting Seminar Series). “Asumsi kami, Islam adalah perfect, kami ingin membuktikan itu lewat the real action yang kami lakukan ini,” ujar Grandis, ketua panitia SHARINGS.

SHARING seri -1 ini mengambil tema “Sharia Accounting: Shaping The Better Future.” Seminar ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa se Jabodetabek, praktisi dan masyarakat umum. Peserta dari praktisi adalah utusan dari Bank Syariah Madiri, BMT Wihdatul Ummah, Bogor dan Redaksi Majalah Sharings. Sedangkan dari mahasiswa adalah mahasiswa STEI TAZKIA, IPB, UI, STAN, UNIDA, UIKA, UIN Jakarta, dan lain- lain.

Seminar yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Syariah STEI Tazkia ini diadakan di Aula Ibnu Khaldun STEI TAzkia. Seminar yang berlangsung selama 5 jam ini terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, hadir sebagai pembicara Bpk. Prof. Sofyan S. Harahap, Guru Besar Universitas Trisakti. Sedangkan pembicara pada sesi kedua adalah adalah Bpk. Mustafa Edwin Nasution Ph.D.

Pada sesi pertama, Prof. Sofyan menyebutkan bahwa Akuntansi Islam merupakan produk yang bersumber dari hukum tuhan. Sehingga dalam seluruh aktivitas dan produk laporan keuangan yang dihasilkan, ruh tuhan masih ada di dalamnya. Sementara itu, akuntansi konvensional adalah produk ekonomi kapitalis yang tujuannya semata-mata adalah menyajikan informasi tentang harta untuk kepentingan kaum kapitalis.

Pada sesi tanya jawab sempat menghangat ketika salah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara memberikan pertanyaan seputar isu utopia penerapan konsep ‘pull interest’ dan Corporate Social Responsibility. “Memang perlu keberanian untuk memulainya, dan isu CSR dalam ekonomi konvensional itu merupakan isu yang sudah dulu dibicarakan oleh Islam,” ujar Prof. Sofyan dengan nada meninggi.

Di sesi kedua, Edwin Nasution memaparkan bahwa bangsa ini sudah kehilangan kepercayaan kepada sesama. Inilah salah satu sebab mengapa perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dibilang sangat lamban. “Karena pada dasarnya ekonomi islam itu berdasarkan prinsip kemitraan yang didalamnya sangat-sangat diperlukan nilai trust,” kata Edwin. Fivi.

0 Responses to “STEI TAZKIA sosialisasikan Sharia Accounting”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: