BEM BARU,HARAPAN BARU….!!!

Berbeda dengan pemilihan ketua BEM sebelumnya, kali ini pemilihan ketua BEM STEI Tazkia lebih meriah dan lebih seru. Pasalnya, jika pada pemilu sebelumnya para kandidat yang mencalonkan diri menjadi pasangan ketua dan wakil, banyak gugur dalam fit dan propertest, sehingga hanya menyisakan satu pasangan saja. Inilah mungkin yang membuat banyak mahasiswa merasa kecewa atas pelaksanaan pemilu di tahun kemarin. Mereka hanya punya satu pilihan. Mencoblos satu pasangan yang ada itu sebagai Ketua BEM mereka, atau tidak mencoblos sama sekali (golput).Pada periode ini, kandidat yang mencalonkan diri dan yang telah berhasil dalam fit and propertest (uji Visi & Misi serta kelayakan menjadi Pemimpin) sebanyak tiga pasangan. Mereka adalah Pasangan Taufiq adi Pradana (pada orde kepemimpinan sebelumnya, beliau menjabat sebagai Wakil ketua BEM) – Rizqon Sani, Abdussalam – Kholid al-Munawwir dan Pasangan Faishal Rimban – Ramdhan.Dalam Fit dan Propertest tersebut, ketiga pasangan benar-benar diuji kemampuan akademiknya dan pengalaman organisasinya masing-masing. Materi yang diujikan terbagi dalam 5 kategori; Leadership, Sejarah Kekhalifahan Islam terdahulu, Keorganisasian, Kefasihan baca al-Quran serta pemahamannya dan Kemampuan berbahasa Asing (Arab dan Inggris). Mereka juga ditanyakan tentang keoptimisan bisa merealisasikan Visi dan Misinya, motivasi mencalonkan diri, serta sejauh mana berani mengambil keputusan saat terjadi konflik dalam sebuah organisasi. Setelah dilakukan penilaian oleh enam tim juri Independen yang ahli dibidangnya, KPU mengumumkan perolehan hasil total nilai untuk masing-masing personal. Untuk Faisal Rimban memperoleh nilai 68.5 dengan peringkat C, Ramdhan memperoleh 67.5 dengan peringkat C, Taufiq Adi Pradana memperoleh nilai 74.5 dengan peringkat C, Rizqon Sani memperoleh nilai 69 dengan peringkat C, Kholid al-Munawwir memperoleh nilai  74 dengan peringkat C dan Abdussalam memperoleh nilai 77.5 dengan peringkat B. Karena pemilihan BEM ini bukanlah hal main-main, maka kesungguhan masing-masing calon disyaratkan dalam pendaftaran ke KPU, harus menyertakan Visi-Misi berikut Fokus program kerjanya dan juga harus dikukung oleh sedikitnya 30 masa para pendukungnya. Melihat begitu antusiasnya mereka bertiga, DS dan KPU menilai, pada intinya, masing-masing calon mengusung Visi dan Misi yang suci dan sangat bagus untuk perubahan BEM ke depan, yang pada intinya adalah membangun BEM STEI Tazkia lebih hidup dan lebih baik dalam segala hal; administrasinya, kegiatan-kegiatannya, dan performannya di luar kampus demi memberikan kontribusi yang terbaik pada masyarakat luar.Nomor urut pasangan dan tanggal pemilu BEM telah ditetapkan oleh KPU setelah diadakan pengundian antar calon, yakni No.1 untuk pasangan Faishal Rimban & Ramdhan. Keduanya dari angkatan 2006 dan duduk di semester empat serta ada pada jurusan yang sama, Ilmu Ekonomi Syariah. Sedangkan No.2 adalah untuk pasangan Taufiq Adi Pradana  & Rizqon Sani yang disingkat TARIQ. Perpaduan dari angkatan ’05 dan ’06 dan dari jurusan yang sama pula, Manajemen Keuangan Syariah. Dan No.3 adalah untuk pasangan Abdussalam & Kholid al-Munawwir yang disingkat SOLID. Sama dengan pasangan No.2, pasangan No.3 ini perpaduan antara angkatan ’05 dan ’06, namun dengan jurusan yang berbeda. Satunya dengan jurusan Ilmu Ekonomi Syariah dan satunya lagi jurusan Manajemen Pemasaran Syariah. Pencoblosan dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 18-19 Maret 2008 kemarin. Sebelum tanggal pencoblosan, masing-masing pasangan diberikan kesempatan melakukan kampanye selama empat hari, terhitung dari tanggal 12-15 Maret. Kampanye dilakukan kepada seluruh mahasiswa dengan cara masing-masing, bebas, namun, dengan catatan dilakukan secara bersih, sehat dan tidak menjelekkan satu sama lainnya. Dan pada hari kampanye terakhir, semua para kandidat diundang KPU menghadiri acara ’Debat antar pasangan BEM STEI Tazkia periode 2008-2009’. Debat ini sempat menarik perhatian teman-teman mahasiswa. Mereka banyak yang hadir untuk mengetahui secara langsung, kapabilitas dan kredebilitas serta visi dan misi yang diusung oleh masing-masing calon. Berbagai pertanyaan, baik dari penguji yang terdiri dari Dewan Syura (DS) atau dari peserta ditujukan kepada tiap-tiap pasangan. Bahkan, tiap-tiap pasangan juga diberikan kesempatan memberikan satu pertanyaan kepada pasangan yang lain. Suasana debat menjadi lebih seru dan semakin menghangat ketika antar pasangan memberikan pertanyaan dan kritikan mengenai program kerja yang ditawarkan kepada para mahasiswa ke depan. Berbagai jawaban dan komitmen terlontar dan sekaligus menjadi tanggungjawab moral kelak bila terpilih. Seru, dahsyat, dan riuh. Hebatnya, suasana panas itu hanya ada pada saat acara itu saja, dan ketika telah usai, masing-masing pasangan bersalaman dan berpelukan, tanda sikap ukhuwah di antara calon-calon pemimpin BEM ini telah terbina baik dan terjalin kuat. Walau berotot-ototan, namun suasana hati mereka tetap adem dan tentrem. Hari yang ditunggu pun telah tiba. Tanggal 18-19 Maret 2008 adalah hari bersejarah di kampus Ekonomi Islam ini. Hari penentu baik-buruknya perjalanan BEM STEI Tazkia ke depan. Mekanisme pemilihan atau pencoblosan pada periode ini pun memiliki perbedaan dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya, untuk mahasiswa angkatan ’03 semester akhir yang telah sibuk magang diluar dan sedang konsen membuat skripsi, diputuskan dalam MUSA (Musyawarah Akbar) bahwa mereka tidak diberikan hak memilih lantaran kemaslahatan BEM adalah untuk keberadaan mahasiswa yang masih aktif mengikuti kegiatan-kegiatan dalam kampus ke depan. Sedang mereka, sudah akan tidak aktif lagi dikampus, dalam artian tidak ada mata kuliyah lagi di kampus dan hanya menyusun skripsi serta menunggu masa sidang. Maka untuk kali ini, Mahasiswa angkatan ’04 yang kini duduk disemester akhir, diputuskan mempunyai hak pilih, walau mekanisme pemilihannya melalui SMS kepada nomor tertentu sesuai dengan nomor-nomor handphone yang telah tercatat oleh KPU dari mereka. Mungkin ini adalah kali pertama dalam sejarah pemilu, melewati SMS. Sungguh unik!Hari terakhir pemilihan, tepatnya hari rabu, 19 Maret 2008, Akademik mengumumkan akan diadakan Stadium General dengan tema ”Peran Statistik dalam Perekonomian” yang diselenggarakan ba’da Dzuhur, walaupun kenyataannya molor hingga ba’da ashar, lantaran Pembicaranya terjebak macet di jalan. Mahasiswa diwajibkan ikut dalam stadium tersebut. Seluruh kegiatan kuliyah diliburkan dan diganti dengan stadium general tersebut. Dan uniknya lagi, tidak hadir dalam acara stadium tersebut, dianggap alpa 1x dalam setiap mata kuliyah. Sebuah keputusan akademik yang memotivasi atau bersumber dari emosi dan tak masuk akal??!Stadium general tersebut berjalan lancar dan cukup menarik. Ir. Nur Azzam Ihsan, Ketua LPPM Inter Cafe yang berpusat di Bogor, dengan semangat menjelaskan fungsi statistik dan peranannya dalam peramalan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Beliau mencontohkan, harga Minyak dunia yang saat ini naik menjadi $112 per barel, jauh sebelumnya beliau dan timnya telah memprediksikan dan meramalkan. Hasilnya, dapat dikatakan 95% tepat. Tren yang mereka buat, bisa dikatakan sama persis dengan tren harga minyak dunia yang terjadi saat ini. Inilah pentingnya mahasiswa ekonomi menguasai ilmu statistik dan tools penelitian lainya, seperti Ekonometrik dan metode kuantitatif. Di sesi akhir, panitia dari bagian Akademik mengumumkan mahasiswa terbaik untuk semester ganjil kemarin dari setiap jurusan selain mahasiswa matrikulasi. Nilai tertinggi dari semester kemarin dari setiap angkatan, berhak menjadi mahasiswa terbaik umum di angkatannya. Taufiq Adi Pradana, salah satu kandidat Presma no.2 adalah termasuk salah satu mahasiswa terbaik dalam semester ganjil kemarin. Sambil mengumbar senyum, tangan pemuda ini melambangkan angka 2 kepada peserta yang hadir. Suasana pun menjadi heboh, lantaran kampanye telah usai dan tinggal penghitungan perolehan hasil suara.KPU mengumumkan, penghitungan suara pemilihan ketua BEM akan diadakan ba’da Isya di hari itu. Seluruh tim sukses diharuskan hadir untuk menyaksikan dan menandatangani hasil penghitungan, dengan diawasi DS dan Panwaslu. Sebagian mahasiswa hadir untuk menjadi saksi atas penghitungan tersebut. KPU menghitung jumlah pemilih yang semua berjumlah 266 suara (selain pemilihan lewat SMS). Ada hal yang menarik dan cukup menegangkan dalam perjalanan penghitungan suara tersebut. Di awal penghitungan, jumlah suara mulai 1 hingga 20, masing-masing pasangan sama-sama kuat dan bersaing. Baru kemudian hingga hasil suara berkisar 40 hingga 100-an kandidat no.2 dan no.3 saling kejar-kejaran, layaknya balapan kuda di arena balapan. Akhirnya, kertas suara yang akan dihitung tinggal satu. Kandidat no.1 mengantongi suara sebanyak 48, kandidat no.2 106 dan no.3 pun 106. Imbang. Saat kertas terakhir dibuka, ternyata jatuh pada pasangan no.2. Dan kemudian berikutnya, penghitungan sebagian mahasiswa angkatan ’04 yang tidak memilih langsung di tempat, yakni melalui via SMS. Dari mereka yang memilih via SMS, didapat hanya sebanyak 20 orang. Hampir seluruhnya suara bulat untuk pasangan no.2 dan hanya menyisakan 1 suara untuk pasangan no.3. Dari hasil ini, maka pasangan no.2 adalah pasangan yang menang dan terpilih sebagai Ketua dan Wakil BEM STEI Tazkia periode 2008-2009. Selamat mengemban amanah suci dan semoga sukses memimpin BEM TAZKIA menjadi BEM yang lebih baik dan menuju pencerahan yang gemilang dari tahun sebelumnya. Amin. [ariel] 

0 Responses to “BEM BARU,HARAPAN BARU….!!!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: